Minggu, 26 Juni 2016

Second

Terkadang dalam pertemanan yang memakan waktu yang tidak sebentar kita berharap untuk bertahan  dengan hubungan terjalin dalam waktu yang semakin lama dan semakin lama lagi terus hingga waktu berjalan tak terasa berapa lamanya. Namun yang namanya hidup dengan beberapa orang, kita butuh usaha menyatukan pikiran dari kepala yang berbeda-beda, memaklumi sikap, hingga berusaha untuk melengkapi kekurangan satu sama lain.

Seiring waktu berjalan semua akan terbuka, semua sifat akan menampakkan wujudnya, konflik mulai timbul, mulai dari hal yang biasa hingga yang menguras air mata. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai kita, tapi ingatlah kamu harus tetap berbuat baik meskipun tidak dilihat, meskipun tidak ada respon, meskipun terabaikan, mungkin saja kamu yang salah, kamu muncul disaat yang tidak tepat atau kamu muncul disaat bukan kamu yang diharapkan muncul.

Tapi percayalah teman, ketika temanmu sudah merasa jenuh dengan keadaan diantara kalian dan memilih untuk pergi, bukan berarti dia benci, bukan berarti dia melupakan kalian, tapi dia hanya ingin menyelamatkan situasi agar tidak semakin hancur. Karna apa? Diam bukanlah jalan keluar, percuma ada disana tapi hanya sebatas mengamati, sebatas tau, kalau ada yang bertahan seperti itu, dia berteman hanya sekedarnya, hanya ingin tau bukan punya rasa yang benar-benar ingin berteman.

Kau menuntut ku untuk berbagi cerita ? sedangkan aku muncul hanya sekedar ingin berbaur saja kau anggap angin lalu, bisa dibilang mungkin aku ini cuma "sekedar" ya? kau tau aku menganggap kalian semua lebih dari yang lain, tapi ternyata tidak ada timbal baliknya, aku lebih seperti daun yang hanya mengikuti arus kemana arah angin bertiup, berteman gak ada yang sepertin itu. 

Aku berusaha untuk bisa masuk dan berbaur tapi sepertinya memang aku yang gak bisa, tapi aku amatlah kecewa dengan beberapa dari kalian yang mana aku sudah percaya untuk cerita semuanya, tapi perhatiannya ternyata itu hanya sebatas rasa ingin tahu saja, bukan rasa perduli. 

Tapi tak apalah ini semua pelajaran ya, kita harus pandai menilai mana orang yang memang mendukung dan mana yang hanya sekedar berpura-pura perduli, di depan perduli di belakang kita dijatuhkan.

Terima kasih tanpa kalian aku gak akan tau gimana aja watak manusia yang ada di sebagian kecil dunia ini.

Tapi aku memang benar-benar sayang kalian sebagai teman meskipun bukan semua ini yang aku harapkan. 

Tak mengapa aku anggap ini semua pelajaran teman.

Semoga kalian bertemu dengan orang yang memang cocok dan pantas untuk kalian.

Sabtu, 09 Januari 2016

First



hey !! Ini untuk pertama kalinya aku nulis di blog hehe maklumin aja yaaaa

Hmm dimulai dari mana ya?
Aku. Aku Cuma cewek biasa yang tidak memiliki penampilan yang cukup menarik, ya aku sedikit gendut, dan menjalani hari-hari kuliah hanya dengan celana jeans. kemeja, dan tas ransel yang mungkin dimasa-masa kuliah ini banyak cewek yang membawa tas sandang atau semacam totebag yang kekinian hah.
Aku ingin menceritakan pengalaman yang aku rasa, yang membuat aku sampai saat ini masih dilema dengan kenyataan yang aku jalani sekarang. Dimana aku terjebak dalam situasi yang melibatkan antara aku dan dia (sebut saja dia si biru). Yang membaca cerita ini pada akhirnya mungkin juga akan merasa bingung, mungkin ada yang merasa aku ke GR-an dan mungkin ada yang bilang aku naif? atau aku bodoh?.
Ku ingat-ingat mungkin ini berawal dari kurang lebih dua tahun yang lalu dimana waktu musim masa ujian akhir semester dan aku masih duduk di semester satu yang masih menampilkan pembawaan anak baru yang masih polos *eh hahaha. 
Saat itu ujian agama sebenarnya aku sudah curiga dari beberpa hari yang lalu dengan melihat gelagatnya tapi aku yang polos ini gak ngerti apa-apa, pada saat ujian kami satu kelas dibagi menjadi dua kelompok si biru dan teman dekatnya mengikuti kelompok yang aku pilih dengan teman-teman ku, kuperhatikan si biru ini suka berdiri kalo tidak di sampingku ya di belakangku, juga waktu belajar di kelas yang sama dia suka duduk tepat di belakang kursi ku, pernah aku bertanya dengan teman dekat ku apa ada yang aneh atau lucu di belakang ku? Karna aku bingung dengan keadaan akhir-akhir itu ada apa dengan si biru yang belum aku kenal dekat meskipun sudah satu semester belajar dalam satu kelas yang sama.
Karna adanya kejadian aneh akhir-akhir itu, aku mulai cari tau siapa dia daaaaaan apa yang aku temukan? Ternyata dia sudah punya pacar!! tapi hubungannya LDR karna pacarnya kuliah di daerah luar pulau, dari situ aku menyimpulkan mungkin dia mau mencari kesibukan sendiri untuk buat GR anak cupu kaya aku, sedih banget ya.
Tapi lama kelamaan aku jadi GR juga karna dia seperti memperhatikan tapi tidak secara langsung, kalau di bayangkan aku sering ketawa sendiri mengingat apa saja yang udah kami lalui, pertama setiap di satu kelas yang sama aku selalu duduk di depannya kalau tidak ya dia yang duduk di depan ku, dengan warna baju yang terkadang tidak sengaja sama.
Kemudian pada waktu aku dan teman-teman ku pergi ke perpus untuk cari tugas dan jeng jeng si biru dan temannya juga datang ke perpus, waktu itu aku dan teman aku N (inisial) duduk berdua menunggu teman yang lain mencari buku dan coba tebak ???????, dia tiba-tiba duduk di samping ku dan teman ku N, dan tiba-tiba si N ini ikut pergi mencari buku dengan yang lain meninggalkan aku dan si biru berdua, jangan di tanya lagi aku langsung keringat dingin jantung berdegup kencang berasa lari di kejar satpol pp haha, tapi di situ kami tidak bicara sepatah katapun karna aku membatasi diri dan pandangan dengan bindar, malu cuy. Aku bingung harus gimana sedangkan aku udah mandi keringat rasanya, tidak lama kemudian teman ku yang lain datang dan aku langsung melarikan diri dengan alasan mencari buku yang sebenarnya sudah di depan mata, dan dia juga pergi mencari teman-temannya.
Ketika aku dan teman-teman ku sudah selesai mencari buku, kami turun ke bawah, tapi sesampainya di bawah barang bawaan teman ku ada yang ketinggalan di atas dan parahnya aku yang di suruh balik ke atas sendiri untuk ambil barangnya, dan ternyata si biru dan teman-temannya duduk di dekat meja kami tadi, aku dengan tegang berjalan melalui mereka dan tiba-tiba dia menyapa ku, ngerjain tugas apa ? katanya, aku jawab dengan tegang, kom organisasi duluan yaa, jawab ku, aku langsung jalan dengan kecepatan yang entah bagaimana.
Lanjut waktu aku satu kelas dengannya dan ada tugas bagi kelompok, aku sudah senang karna dia nggak kelihatan mungkin gak masuk pikir ku. Kelompok sudah di bagi dan aku kebagian satu kelompok dengan salah satu temannya yang kebetulan aku kenal, ternyata dia tiba-tiba datang dan dia di minta untuk pilih kelompok sendiri oleh dosen ku, yaaa sudah ku duga dia pilih kelompok ku padahal dia punya teman dekat yang beda kelompok sama kami, kenapa harus kelompok aku ha??.
Ketika tepat dihari presentase kelompok, dia datang dan duduk dibelakangku sebelum kami maju, tebak apa yang terjadi ????? dia pake baju yang hampir sama dengan yang aku pake waktu hari itu juga, hal ini membuat akuuuu hah ya yang benar saja aku menjawab pertanyaan dengan sangat buruk karna aku gugup, bukan Cuma gugup karna jawab pertanyaan orang tapi juga gugup karna dia. Inilah yang aku benci kalau ada orang yang buat aku gugup buyar semua, aku Cuma berharap kelas ini cepat selesai aku gak perduli nilai aku jelek atau gimana, aku ngulang juga gak papa.
Keesokan harinya dari presentase itu, kami sekelas lagi, waktu aku sampai di kelas dan ternyata dia dan temannya sudah sampai duluan, aku dan satu temanku duduk tidak jauh dari mereka, tiba-tiba aku dengar temannya mengatakan, tanyalah rumahnya dimana? Aku langsung melirik ke arah mereka, aku bertanya dalam hati apa maksudnya aku atau temanku ya? Karna kami cuma berempat disana.
Di sela-sela menunggu dosen yang tak kunjung datang aku duduk sendiri karna teman-teman ku sibuk selfie tanpa aku, hiks, karna aku lagi sakit perut. Dan tiba-tiba si biru datang nyamperin anak cewek di belakang ku yang ternyata setelah ku cari tahu itu teman smk nya. Dan aku menguping pembicaraan mereka, aku dengar si cewek bilang, yang mana? Si biru jawab, itu, aku lirik kebelakang mereka lagi liat ke arah ku, aku makin gak karuan, terus terdengar lagi, si cewek bilang, sapalah, ajak bicara, lalu biru jawab, udah tapi ya gitu, aku langsung nyamperin teman-teman ku karna aku takut keliatan keringatan.
Dua semester berlalu waktunya ospek mahasiswa baru, yeay. Aku dan tiga teman ku ikut kepanitiaan, dan dia ikut juga, dihari ospek juga terjadi kejadian lucu dimana aku sebagai seksi konsumsi dan dia jadi penanggung jawab pleton. Waktu itu aku jaga snack untuk di bagiin ke adek gemes, tiba-tiba dia datang bilang, ada kue sisa gak? Lapar, terus aku jawab tanpa ngeliat, gak ada panitia ga dapat, masih ada anak yang terlambat. Haha cuek amat ya.
Terus selesai itu kami absen, aku menitipkan tas ku dengan teman sesama panitia, waktu aku isi absen dan selanjutnya dia, dia absen di punggung panitia yang menyandang tas yang aku titipkan padahal meja terbentang luas dan kosong melompong, opo cobaaa.
Oh iya sebelum aku jaga snack aku ngangkat meja dengan panitia cowok dan aku langsung di suruh minggir sama panitia cowok yang lain, katanya cewek ga boleh angkat yang berat, itu tugas cowok hehe, makasi ya, jawab ku. Dan tebak si biru merhatiin hahaa yes!.
Hari-hari berlalu dan akhirnya sampai di semester tiga, tidak berubah dari sebelumnya, tapi ada yang berbeda aku tahu dia baru putus dengan pacar ldr nya itu, dan sedang dekat dengan cewek satu jurusan kami juga daaan cewek itu beda sekali dengan aku, dia cantik, kurus, feminim sangat, kaya cewek kekinian.
Disitu aku mulai mengubur semuanya dan menjalani kehidupan yang biasa aja tetapi masih dengan rasa yang sama meski dia udah punya cewek baru.
Kemudian....